Tentang

Di zaman kekinian ini, dunia adalah semakin tanpa batas. Tidak lebih dari 200 Negara di dunia, terasa semakin dekat antara satu sama lain. Ujung dunia, kini tampak seperti di depan mata. Indonesia sebagai Negara yang semakin diperhitungkan di panggung internasional, kini tercatat sebagai salah satu Negara yang sangat terbuka bagi saudagar asing yang ingin menikmati keindahan dan kemegahan kota metropolitan di Indonesia.

Sejak tahun 2016, Pemerintah Indonesia secara resmi telah memberikan fasilitas bebas visa kepada 168 Negara di dunia, suatu kebijakan yang disebut-sebut terbukti secara ampuh untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanah Air. Tidak main-main, Indonesia pun sempat tercatat sebagai Negara dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi di dunia pada tahun 2017/8 lepas.
Lalu, bagaimana warga negara Indonesia (WNI) menempatkan dirinya di dunia yang kian tanpa batas ini?

Kecanggihan teknologi digital, semakin terjangkaunya biaya penerbangan pesawat (sekalipun itu antar-benua), dan semakin mudahnya menjalin komunikasi dengan orang asing turut serta meningkatkan minat WNI untuk menelusuri Negara lainnya. Dewasa ini, tidak melulu Singapura dan Malaysia saja yang menjadi destinasi wisata utama di kalangan WNI.

Sayangnya, kebijakan bebas visa yang diterapkan oleh Pemerintah Indonesia bersifat unilateral (alias satu arah). WNI pemilik paspor biasa tercatat hanya menikmati akses bebas visa ke tidak lebih dari 75 Negara di dunia. Bandingkan dengan Negara tetangga, seperti Singapura yang memiliki akses bebas visa menuju 168 Negara di dunia, atau bahkan Timor Leste yang memiliki akses 90 Negara bebas visa. Padahal, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Bebas Visa Kunjungan secara gamblang menyebut bahwa pemberian fasilitas bebas visa adalah dengan mempertimbangkan asas timbal balik dan asas manfaat (Pasal 2).

Tidak sedikit pemegang paspor (biasar) Republik Indonesia yang paham betul terkait kendala apa saja yang menyebabkan taring paspor Indonesia masih ‘tumpul’ dibandingkan dengan Negara lainnya.

Atas dasar itu, berdirilah perkumpulan ‘Gerakan Bebas Visa’ yang memiliki tujuan:

Sebagai wadah informasi terkini terkait perkembangan fasilitas bebas visa yang diberikan oleh Negara asing kepada pemegang paspor biasa Republik Indonesia serta menyebarluaskan potensi positif wisatawan Indonesia bagi Negara asing yang dituju dan turut serta mengajak WNI untuk tidak menyalahgunakan kebijakan bebas visa yang diberikan oleh Negara asing, melanggar hukum dan peraturan perundang-undangan di Luar Negeri.

Misi kami:
1. Menghimpun informasi terkini (merujuk pada sumber yang dapat dipertanggungjawabkan) terkait fasilitas bebas visa dari Negara asing kepada pemegang paspor biasa Republik Indonesia.
2. Mengemban aspirasi masyarakat terkait kebijakan bebas visa yang tengah berjalan di lapangan.
3. Memaparkan secara rinci potensi positif dan keuntungan yang bisa didapat oleh Negara Asing akibat fasilitas bebas visa yang diberikan kepada wisatawan Indonesia.
4. Memaparkan secara rinci segala konsekuensi dan hukuman yang akan dibebankan kepada WNI pelanggar hukum dan undang-undang keimigrasian Negara Asing.

Salam