Diinterogasi Saat Ingin Masuk Singapura? Kok Bisa…?

Seribu jalan menuju Roma, seribu jalan pula ‘berjuang’ masuk ke wilayah Singapura.

Singapura boleh saja menjadi destinasi nomor satu para pelancong dari Indonesia. Biaya penerbangan yang relatif terjangkau, jarak yang sangat dekat, bebas visa pula. Kendati nilai tukar Rupiah yang cenderung ‘tidak seberapa’ dibandingkan mata uang Singapura, tetap saja rakyat Indonesia berbondong-bondong ke Negara bekas Perdana Menteri Lee Kuan Yew tersebut. Tapi, negara tetangga kita tersebut tidak selamanya menerima kedatangan WNI dengan tiada rasa kecurigaan. Kendati bebas keluar masuk tanpa visa dua-arah, tidak sedikit WNI yang punya pengalamannya tersendiri saat hendak memasuki wilayah negara mungil dekat Pulau Sumatera tersebut. Dalam artikel kali ini, anggap saja pengalaman = petualangan.

Tanggal 21 Maret 2018, akun @BebasVisaID sempat meluncurkan polling yang membahas mengenai ini, kebetulan ada saran dari Mbak @ yang menyuarakan pembahasan mengenai alasan WNI bisa ditolak masuk wilayah Singapura. Berikut hasilnya:
survey singapura utama
Saya sendiri termasuk kategori WNI yang tidak pernah mengalami penolakan setibanya di Singapura, dan saya pun tidak pernah kenal atau tahu WNI lain yang pernah punya pengalaman tersebut. Tapi dari hasil akhir polling tersebut, mayoritas adalah golongan WNI yang tidak pernah berpetualang ditolak masuk ke Singapura, atau paling tidak tidak tahu sesamanya yang pernah.

Mari kita simak pengalaman Mas @RamaRuskian berikut ini:

survey singapura 1 survey singapura 2 survey singapura 3
Mas Rama tidak seorang diri dalam pengalaman tersebut. Ada netizen lain (atau kenalan/keluarganya) yang pernah punya pengalaman yang sama (atau mirip). Mari kita simak bersama-sama:

survey singapura 4survey singapura 5

survey singapura 6

survey singapura 7

survey singapura 8

survey singapura 9
survey singapura 10
survey singapura 11
survey singapura 12
survey singapura 13
survey singapura 14
survey singapura 15
survey singapura 16
survey singapura 17
Masih banyak lagi militan netizen yang berbagi ceritanya, tapi akan halaman ini bisa ‘tumpah’ kalau cantumkan satu per satu. Untuk lebih lengkapnya, bisa dilihat di akun Twitter @BebasVisaID (Sekalian promosi yah…!). Sekilas, saya bisa simpulkan kalau:
1. Random check adalah hal yang lumrah dan wajar, tetapi penolakan atau deportasi adalah kasus yang tidak sering terjadi.
2. Random check seringkali terjadi kalau kita memasuki wilayah Singapura melalui jalur darat (non-udara).
3. Random check bukan mutlak ‘penolakan’, petugas imigrasi Singapura hanya ingin memastikan bahwa kita tidak akan melanggar hukum di Singapura dan tujuan kunjungan kita adalah jelas adanya.
4. Apabila kita terkena random check, tidak perlu khawatir, dan harus selalu tenang dan menjawab semua pertanyaan petugas imigrasi dengan jelas, apalagi kalau anda benar-benar ingin berlibur di Singapura.
5. Ada baiknya kita senantiasa membawa bukti perjalanan keluar kita dari Singapura, seperti bukti reservasi pesawat atau perjalanan lanjutan keluar dari Singapura.

Perlu dicatat, bahwa random check adalah hak dari otoritas setiap Negara di dunia, termasuk pihak Imigrasi Indonesia terhadap wisatawan asing yang tiba di Indonesia.

Jadi, selamanya kita murni ingin berlibur dan tidak punya rencana untuk melanggar hukum di Negara lain (seperti berencana bekerja ‘gelap’, alias bekerja dengan menyalahgunakan visa turis), tidak perlu takut kalau sewaktu-waktu kena random check…!

-@IvanRT05

One thought on “Diinterogasi Saat Ingin Masuk Singapura? Kok Bisa…?

  • November 26, 2018 at 7:03 am
    Permalink

    Saya juga yang selalu kena random check ketika memasuki atau mau meninggalkan Singapora. Herannya kenapa saya selalu kena random check dan ketika saya tanya ” apa hasil dari investigasi dari random check sebelumhya gak dimasukkan ke dalam data base sehingga gak perlu tanya tanya lagi?” tapi ternyata pertanyaan saya gak diresponse sama sekali.

    Oleh sebab itu ketika berkunjung ke luar negeri saya selalu menghindar memasuki sengapore meski tiket pesawat jauh lebih murah. Jadi dari 26 negara yang pernah saya kunjungi, 3 kali saja melewati singapore (3 kali juga diinterograsi), selebihnya saya selalu melewati Malaysia.

    Immigrasi Malaysia selalu rama, so I love Malaysia …..

    Reply

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: