Mengenal Kebijakan ‘Substitute Visa’, atau ‘Visa Pengganti’

Bagi yang sering bepergian ke luar negeri, kelihatannya istilah ‘substitute visa‘ sudah tidak asing lagi didengar. Bisa jadi, anda bisa bepergian ke suatu Negara tanpa harus memohon visa Negara tersebut karena anda telah memiliki visa Negara lain. Sebelum bicara lebih lanjut, mari berkenalan dengan si visa tipe ini.

Kebijakan ‘substitute visa‘, atau dalam bahasa Indonesia ‘visa pengganti’ adalah kebijakan sebuah Negara yang mengizinkan warga negara asing untuk berkunjung ke wilayah Negara tersebut, tanpa visa yang dikeluarkan oleh otoritas imigrasi Negara tersebut. Bingung? Jangan…! Begini contohnya:

Indonesia tidak  termasuk dalam daftar Negara penerima fasilitas bebas visa untuk kunjungan ke Meksiko. Meksiko sendiri menerapkan kebijakan ‘visa pengganti’ kepada mereka yang telah memiliki visa B1/2 (turis/bisnis) terbitan Amerika Serikat. Pada dasarnya, anda wajib memohon visa wisata melalui perwakilan Meksiko di tempat anda tinggal. TAPI, kalau anda telah memiliki visa B1/2 terbitan AS yang masih berlaku dan sudah digunakan, anda tidak perlu memohon visa Meksiko karena anda bisa berkunjung ke Meksiko dengan visa AS tersebut! Sangat memudahkan sekali bukan?

Tentunya, ada syarat dan ketentuan yang berlaku! Biasanya, visa pengganti yang ingin kita gunakan harus masih dalam masa berlakunya (ada pengecualian, seperti Taiwan) dan sifatnya multipleentry (MEV), alias visa yang bisa digunakan untuk kunjungan berkali-kali. Visa Schengen dan visa B1/2 AS biasanya diterbitkan untuk kunjungan berkali-kali.

Coba perhatikan tabel di bawah ini:

Visa negara ketiga
Kita bisa tarik kesimpulan secara singkat, ternyata memiliki visa suatu Negara ada keuntungannya tersendiri, terlebih kalau visa tersebut adalah visa Schengen dan Amerika Serikat. Terlebih lagi, visa B1/2 terbitan AS yang (untuk pemegang paspor biasa Republik Indonesia) berlaku sampai 5 tahun ke depan.

Mari ambil contoh lainnya. Katakanlah anda ingin menengok sanak saudara di Sarajevo (Ibukota Bosnia & Herzegovina). Kebetulan anda memiliki visa Schengen yang telah digunakan sebelumnya, multiple entry, dan masih berlaku pula. Pada dasarnya, anda tidak perlu memohon visa Bosnia & Herzegovina lagi. Memudahkan anda bukan…? Anda tidak perlu repot menyiapkan tenaga, waktu, dan dana untuk memohon visa Bosnia & Herzegovina. Khususnya untuk kita-kita yang tinggal di wilayah tanpa perwakilan negara yang ingin dituju.

Masih belum puas…? Mari ambil contoh lainnya. Taiwan, bisa dikatakan menjadi jackpot tersendiri untuk turis asal Indonesia? Mengapa? Karena Taiwan juga menerapkan kebijakan ini, TAPI setiap WNI harus mendaftarkan diri terlebih dahulu melalui situs resmi besutan pemerintah Taiwan. Yang sangat memudahkan, ‘visa waiver Jepang’ juga bisa menjadi modal ‘visa pengganti’ untuk kunjungan ke Taiwan. Alhasil, banyak yang berpendapat bahwa ‘pemegang e-paspor Indonesia dapat ‘hadiah’ bebas visa ke Jepang dan Taiwan’.

Yang paling ditakuti oleh komunitas traveler adalah ketika petugas check-in di bandara tidak paham mengenai kebijakan ini. Sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab pihak maskapai penerbangan untuk tidak mengizinkan penumpang untuk melanjutkan penerbangan apabila si penumpang kedapatan tidak memiliki dokumen yang sesuai. Sangat disarankan agar para traveler mengunjungi situs resmi keimigrasian Negara terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kebijakan visa pengganti ini. Kali saja, bisa dijadikan bahan argumen apabila petugas check-in di bandara kekeuh tidak mengizinkan kita terbang tanpa visa negara tujuan. Berharap sih tidak…! Selain itu, kita juga bisa mengakses database Timatic yang berisikan informasi kebijakan visa setiap Negara, yang mana informasi  kebijakan visa pengganti cukup lengkap terlampir dalam database tersebut.

@IvanRT05
@BebasVisaID

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: