Tingkat Penolakan Visa Amerika Serikat Tahun 2017 Berada di Angka 10.99%

Sumber
Amerika Serikat sampai hari ini masih dikenal sebagai negara yang cukup ‘kikir’ persoalan bebas visa. Secara teknis, hanya warga negara Kanada, Bermuda, Kepulauan Marshall, Federasi Mikronesia, dan Palau saja yang benar-benar mendapatkan fasilitas tersebut. Namun, pemerintah AS menyediakan fasilitas ESTA (Electronic System for Travel Authorization) alias layanan visa secara elektronik untuk sekian puluh negara tertentu. Program tersebut biasa dikenal dengan sebutan VWP, atau Visa Waiver Program. Tercatat, hanya 38 negara saja yang mendapatkan fasilitas tersebut, Brunei Darussalam dan Singapura contohnya. Selain negara tersebut, setiap calon turis yang ingin berkunjung ke negara Paman Sam harus mendapatkan visa (non-imigran tipe B) melalui perwakilan AS setempat, termasuk turis asal Indonesia.
Setiap tahun, pemerintah Amerika Serikat melalui Kementrian Luar Negeri AS (State Department) merilis statistik jumlah permohonan visa yang diajukan oleh calon turis asing dari seluruh negara di dunia beserta dengan tingkat penolakannya. Seperti apa kedudukan Indonesia dalam statistik tersebut?
Tahun 2017, 10.99% permohonan visa (tipe B) oleh WNI ditolak
 
Berdasarkan statistik terkini, belum ada pemberitahuan resmi mengenai jumlah permohonan aplikasi visa AS yang diajukan oleh WNI secara akumulatif. Namun, data terkini menunjukkan bahwa 10.99% permohonan visa tipe-B yang lazimnya digunakan untuk kunjungan wisata atau bisnis di AS oleh WNI secara keseluruhan ditolak. Angka tersebut bisa dikatakan sedikit lebih baik bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana tingkat penolakan tersebut berada pada level 11.19%. Namun, lebih buruk bila dibandingkan dengan tahun 2014 dan 2015.
Pada tahun 2016, tercatat ada 49.708 permohonan visa tipe B yang diajukan oleh WNI secara akumulatif. Dengan tingkat penolakan sebesar 11.19%, maka ada sekitar 5.563 aplikasi visa yang tidak mendapatkan hasil yang memuaskan.
Di tahun 2015, tingkat penolakan adalah 8.71% dengan total permohonan visa sebanyak 49.154. Dan pada tahun 2014, tingkat penolakan berada di level 8.3% dengan total permohonan visa sebanyak 48.403.
Mengalami perbaikan yang drastis dibandingkan tahun 2008
 
Sepuluh tahun yang lalu, tingkat penolakan visa (tipe-B) AS berada pada level 37%. Padahal, di tahun tersebut tercatat hanya ada 24.034 permohonan visa. Dengan kata lain, kurang lebih 8.893 permohonan visa ditolak.
Apabila Indonesia ingin berpartisipasi dalam ‘Visa Waiver Program’ yang sangat memudahkan wisatawan karena tidak lagi diwajibkan untuk berkunjung ke perwakilan AS guna mengurus visa, tingkat penolakan permohonan visa non-imigran harus berada di bawah 3% atau dengan rata-rata tidak lebih dari 2% dalam dua tahun fiskal terakhir secara berturut-turut. Selain itu, setiap negara yang ingin berpartisipasi dalam program VWP juga harus memberikan fasilitas bebas visa kepada warga negara AS, yang mana Indonesia sudah menjalankan kewajiban ini.
Saat ini, Malaysia sedang mengincar status ‘visa waiver’, meskipun tingkat penolakan negara tersebut masih berada di atas 3%, tepatnya 3.93% untuk tahun 2017, sedikit mengalami kemunduran ketimbang tahun 2016 yang hanya 3.65%. Romania, yang notabene salah satu negara anggota Uni Eropa pun bahkan sampai meluncurkan petisi online yang bertujuan untuk meminta pemerintah AS untuk secepatnya memberikan status ‘visa waiver’ kepada negara di Eropa Timur tersebut. Padahal, tingkat penolakan visa tipe-B yang diajukan oleh warga negara Romania secara akumulatif adalah 11.76%, hampir 4 kali lipat dari persyaratan yang ditetapkan pemerintah AS.
Tercatat sampai hari ini, hanya ada 2 negara yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan status ‘visa waiver’ AS, Argentina dan Siprus.
 
-IR- @BebasVisaID

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: