Lima Pertemuan Bilateral, Menlu Retno Berfokus ke Bebas Visa WNI dan Dukungan Menjadi Anggota DK PBB

Selasa, 29 September 2015
Pada hari pertama penyelenggaraan Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-70, Menlu RI, Retno L.P. Marsudi mengadakan pertemuan bilateral dengan lima mitra Indonesia dari berbagai kawasan. Dalam setiap pertemuan yang dilakukan Menlu, terdapat dua poin utama yang selalu diutarakan yaitu pemberian bebas visa bagi WNI dan dukungan pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB tahun 2019-2020.
Sebagaimana yang diungkapkan Menlu RI sesaat setelah menyelesaikan agenda pertemuan bilateral dengan Perwakilan Tinggi Uni Eropa Urusan Hubungan Luar Negeri, Federica Mogherini, “(pertemuan tadi) sifatnya untuk memberikan update mengenai upaya kita untuk memperoleh (fasilitas) bebas visa kunjungan singkat ke Schengen areas dan saya sampaikan bahwa kita sudah menemui banyak sekali negara anggota dan juga dengan komisi  dan sebagainya.”
Menlu Retno terus mengupayakan adanya pemberian fasilitas bebas visa bagi WNI untuk dapat berkunjung ke Bahrain, Inggris, Ceko, serta kawawan pengguna visa Schengen.
Hingga saat ini terdapat 51 negara yang telah memiliki kesepakatan untuk memberikan fasilitas bebas visa bagi WNI baik pemegang paspor biasa, dinas maupun diplomatik.

P
emberian fasilitas bebas visa dapat semakin membuka kesempatan bagi WNI pada akses ekonomi di luar negeri. Selain itu, fasilitas bebas visa juga diyakini dapat memperat hubungan bilateral Indonesia dengan negara lain utamanya di tingkat masyarakat.
Dalam rangkaian pertemuan bilateral hari ini, Menlu juga menyampaikan rencana pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020. “Beberapa negara sudah memberikan komitmen baik secara unilateral maupun dipertukarkan, beberapa memberikan pertimbangan positif tapi ini akan kita garap terus.” ungkap Menlu Retno saat ditanya mengenai komitmen negara lain terkait pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB.

Indonesia sejak lama telah berperan aktif dalam mendukung keamanan dan perdamaian dunia. “Indonesia tetap berkomitmen untuk menjadi salah satu negara yang berperan penting di dalam urusan peacekeeping.” pungkas Menlu Retno.

Selama 6 hari ke depan, Menlu RI akan mengikuti SMU PBB ke-70 di New York serta melakukan pertemuan bilateral dan pertemuan terkait lainnya. Terdapat sekitar 40 pertemuan yang akan dihadiri Menlu selama berada di New York. (sumber: Dit. Infomed/Raksa/Ed.VKH) 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: