Imigrasi Mataram Sidak WNA yang Diduga Melanggar Izin

Created on Saturday, 22 August 2015 13:47
 
Gili Trawangan, GATRAnews – Banyak warga negara asing (WNA) yang berkunjung ke Pulau Gili Trawangan, NTB, karena keindahan pulau tersebut. Namun ada beberapa dari mereka yang tidak dilengkapi administrasi yang lengkap, dan juga membuat identitas palsu, guna memasuki wilayah Indonesia. Hal itulah yang mendorong Satuan Tugas Pengawas dan Penindakan Imigrasi (Wasdakim) Kelas I Mataram untuk menggiatkan pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Gili Trawangan.
Kepala Sub Seksi Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Kelas I Mataram Ketut Satria Widasmara mengatakan, Pulau Gili Trawangan memang dikenal akan pantainya yang eksotis, dan hamparan luas laut biru. Hal ini mendorong tidak sedikit WNA yang ingin berwisata ke pulau seluas 6 kilometer persegi tersebut.

“Namun banyaknya permohonan WNA yang menetap dengan jangka panjang membuat ekstra kerja keras dari pihak Imigrasi Kelas I Mataram,” katanya, saat ditemui di Pulau Gili Trawangan baru-baru ini.

Alih-alih memperpanjang Izin Tinggal Kunjungan (ITK), banyak dari turis mancanegara memalsukan identitas untuk melakukan aktivitas di luar izin yang diberikan pihak imigrasi.

“Untuk meminimalisir kejadian tersebut, kami (Wasdakim) bertugas menyidak keberadaan tempat tinggal WNA yang dicantumkan saat memperpanjang izin tinggal kunjungan. Yang kami tuju saat ini adalah Pulau Gili Trawangan,” jelasnya.

Ketut menjelaskan, di Gili Trawangan memang penduduk setempat banyak menyediakan homestay bagi para turis. Homestay yang pihaknya tuju kali ini bernama Hostel Gili La Boheme. Hostel seperti ini menurut Ketut, biasanya jadi sasaran turis backpacker.

Dalam sidak itu, Ketut bersama timnya mencari empat WNA yang masing-masing bernama Louis, Catherine, Pauline, dan Rohana. Tapi sayang saat Ketut menanyakan ke pihak manajer Hostel, mengaku tidak tahu-menahu keberadaan empat turis tersebut.

“Artinya keberadaan empat turis ini fiktif. Pelanggaran ketidakvalidan ini memang kerap ditemui di Gili Trawangan. Nanti tinggal kami cari kembali, blacklist, dan tolak izin perpanjangannya,” katanya.

Kasus seperti ini, Ketut menjelaskan, bukan kali pertama. Tercatat di tahun 2014, sudah ada 44 kasus pelanggaran mengenai penyalahgunaan visa atau melakukan kegiatan ilegal di Tanah Air.

“Upaya kerja dan pengawasan inilah yang terus dilakukan pihak Direktorat Jenderal Imigrasi untuk menjaga wilayah NKRI dari kegiatan ilegal WNA,” tuturnya.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

Sumber

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: