Mau Tahu Tantangan Mengembangkan Wisata Bahari di Indonesia?

 Rabu, 29 Juli 2015 | 17:22 WIB

 Wisman di Gili Air, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa (2/7/2013).
JAKARTA, KOMPAS.com – Dengan keunggulan Indonesia berupa wilayah kepulauan, wisata bahari menjadi program unggulan dalam pengembangan pariwisata nasional. Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau dengan total garis pantai mencapai 100.000 kilometer yang siap menawarkan pesona keindahan alam.

Namun diakui oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya masih terdapat tantangan-tantangan yang harus diselesaikan. “Tantangan terbesar kita adalah tentang regulasi. Regulasi di Indonesia tidak sederhana, pendekatan servis harus diperkuat,” kata Arief Yahya, usai jumpa pers “Lomba Penulisan Artikel (Feature) Wisata Bahari Bagi Wartawan Tingkat Nasional Tahun 2015” di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (29/7/2015).

 Kepulauan Wayag di Raja Ampat, Papua.
Terkait regulasi, lanjut Menpar, bisnis pariwisata akan berhenti jika pelayanan tidak berjalan dengan maksimal. Arief memberikan contoh seperti regulasi visa untuk para wisatawan mancanegara.

“Yang kedua tantangan pengembangan wisata bahari adalah visa. Kita tidak boleh takut wisatawan yang akan datang ke Indonesia karena visa. Kalau sulit kan (pengurusan visa), nanti (wisatawan) akan malas datang,” ujarnya.

Selain regulasi, Arief melanjutkan, tantangan lain adalah akses menuju destinasi dan obyek wisata. Ia mengatakan semua obyek wisata harus memiliki akses agar wisatawan dapat mencapainya. Bagi Arief, meskipun obyek wisata bahari tersebut dikatakan indah, namun jika tidak ada akses, maka wisatawan akan mengalami kesulitan mendatanginya.

 Pulau Derawan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
“Pembangunan jalan harus ada. Karena ini bicara bisnis, maka seindah apa pun, jika tidak ada akses (menuju obyek wisata) akan percuma,” katanya.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia, Didien Djunaedy ditemui KompasTravel usai jumpa pers mengatakan dalam pengembangan pariwisata bahari Indonesia, akses dalam bentuk infrastruktur adalah pekerjaan rumah bagi pemerintah.

Sesuai dengan ucapan Menpar bahwa atraksi wisata di Indonesia sudah tak perlu diragukan, Didien menambahkan bahwa aksesibilitas adalah hal yang paling utama dalam pengembangan wisata bahari. “Tantangan selanjutnya adalah kemudahan modal bagi para pelaku industri pariwisata,” ucap Didien.

Dalam rangka mendukung pengembangan wisata bahari, Forum Wisatawan Pariwisata Indonesia (Forwarpar) mengadakan lomba penulisan artikel (feature) untuk wartawan tingkat nasional. Lomba penulisan ini turut didukung oleh Kementerian Pariwisata Indonesia.
Penulis : Wahyu Adityo Prodjo
Editor : I Made Asdhiana

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: