Dubes Uni Eropa: Visa Schengen Tidak Sulit Didapatkan

18 Maret 2015 20:08 WIB
Fajar Nugraha

 Pertemuan delegasi UE dengan jurnalis di Jakarta (Foto: Dok.UE)

Metrotvnews.com, Jakarta: Timbul anggapan bahwa pengajuan visa Schengen yang dikeluarkan oleh Uni Eropa, sulit didapatkan oleh warga negara Indonesia (WNI). Namun hal ini dibantah oleh pelaksana tugas Dubes Uni Eropa (UE) untuk Indonesia.
 
“Sebenaranya visa schengen tidak sulit didapatkan. Memang benar warga Indonesia diharuskan memiliki visa,” ujar Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Collins Crooks, di Kantor Perwakilan UE di Jakarta, Rabu (18/3/2015).
 
“Tetapi prosesnya biasanya hanya membutuhkan beberapa hari. Visa ini memberikan akses ke-26 negara UE. (Harganya) tidak terlalu mahal,” jelas Crooks.
 
Visa Schengen memungkinkan pemiliknya visa tersebut bisa bebas memasuki wilayah 26 negara anggota UE. Hanya empat negara yang termasuk visa ini, antara lain: Bulgaria, Kroasia, Siprus dan Rumania.
 
Sejarah visa Schengen disepakati pada 14 Juni 1985 oleh lima dari 10 anggota UE. Wilayah Schengen dibentuk di luar Komunitas Eropa saat itu, ketika konsensus tidak bisa diraih di antara negara anggota mengenai penghapusan pemeriksaan perbatasan.
 
Pada 1990, kesepakatan dimasukan dalam Konvensi Schengen yang mengusulkan pengendalian perbatasan dan kebijakan visa umum. Perjanjian dan aturan yang diadopsi dalam kesepakatan terpisah dari struktur UE dan berujung pada Wilayah Schengen pada 26 Maret 1995.
 
Saat makin banyak anggota UE yang bergabung dengan Wilayah Schengen, kesepakatan yang diraih pun masuk ke dalam UE. Perjanjian yang termasuk konvensi terkait masuk ke dalam Piagam Amsterdam pada 1997 dan pada akhirnya efektif pada 1999.
  
FJR

Sumber

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: