Harap Resiprokal, Indonesia Tak Beri Bebas Visa bagi Australia

Selasa, 17 Maret 2015 | 17:22

Perdana Menteri Australia, Tony Abbott (kiri) menyambut Presiden RI, Joko Widodo dalam KTT G20 di Brisbane, Sabtu (15/11). (AFP/William West)

Jakarta – Dengan memberikan bebas visa bagi 30 negara lagi setelah 15 negara yang paling awal, Indonesia berharap akan diperlakukan sama dalam kurun waktu yang tak lama.
 
Namun perkiraan asal resiprokal ini diperhitungkan tak akan dianut oleh Australia yang menyebabkan negara itu tidak termasuk negara yang diberikan bebas visa oleh Indonesia.
 
“Kita mendukung kebijakan presiden untuk mendatangakan wisatawan ini. Ini dari kita, kita tawarkan ke negara itu. Kita akan bebas visa, saya minta Anda juga melakukan itu,” kata Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Edhy Purdijatno di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/3).
 
Sementara Australia menggunakan asas dokumen universal, bahwa siapa saja yang masuk ke negara itu harus memiliki dokumen resmi seperti visa. Kondisi ini yang membuat Indonesia memperkirakan Australia belum akan memberi bebas visa bagi Indonesia.
 
Tedjo menambahkan, tak adanya Australia dalam daftar negara yang diberikan bebas visa bukan karena ketegangan pemerintah yang sempat terjadi terkait rencana eksekusi hukuman mati duo Bali Nine asal negara kanguru itu.
 
“Australia kan ada juga visa on arrival di sini. Toh mereka tetap masuk sini,” kata Tedjo lagi.
 
Pembebasan visa bagi wisatawan asal 45 negara kata Tedjo semata demi pembangunan kepariwisataan yang baik. Namun untuk Undang-Undang Imigrasi dan regulasinya akan disesuaikan sehingga bisa mengakomodir kebijakan baru ini.
Ezra Sihite/FQ

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: