Cara Daftar E-Paspor di Kedubes Jepang, Sebelum Dapat Bebas Visa

Senin, 09/02/2015 18:25:00 WIB
Muhammad Yoga Prabowo – d’Traveler

Stiker paspor

 

Traveler Indonesia sekarang tidak perlu lagi visa untuk memasuki negeri sakura. Kebijakan tersebut diberlakukan bagi para traveler Indonesia yang sudah memegang E-paspor dan mendaftarkannya ke Kedubes Jepang. Berikut kiatnya!

Kita boleh bangga, karena ini menandakan meningkatnya kepercayaan pemerintah Jepang kepada kita. Di saat yang sama, pemerintah Jepang ‘cuma’ memberi relaksasi pemberian visa ke warga negara Filipina dan Vietnam.

Tapi bebas visa ini ada syaratnya. Apa itu? Pembebasan visa ini cuma diberikan kepada WNI pemegang E-paspor, yaitu paspor dengan chip biometrik di dalamnya. E-paspor itu juga perlu diregistrasi di kantor perwakilan negara Jepang sebelum digunakan untuk berpergian ke Jepang.

Setelah di registrasi, kita akan mendapatkan stiker di paspor yang menandakan kita bisa memasuki Jepang tanpa visa. Dengan itu, kita diperbolehkan tinggal di Jepang selama 15 hari.

Oh ya, stiker itu berlaku selama 3 tahun atau sampai masa berlaku paspor habis, mana yang lebih dahulu. Selama berlaku, kita bisa masuk ke Jepang berkali-kali.

Menurut saya, syarat-syarat itu relatif mudah. Meskipun E-paspor lebih mahal Rp 300.000 dibandingkan dengan paspor biasa, tapi manfaat yang kita terima lebih besar daripada itu. Visa single entry Jepang saja biayanya Rp 320.000.

Saya sendiri sudah punya E-paspor sejak Agustus 2014 kemarin, menggantikan paspor lama saya yang expired. Sama persis kok pembuatannya dengan paspor biasa. Tapi E-paspor ini baru bisa dibuat di kantor imigrasi di wilayah Jakarta, Surabaya, dan Batam.

Ketika libur kuliah, saya mencoba mendaftarkan paspor saya di Kedutaan Besar Jepang yang berlokasi di jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Bangunannya persis di samping Plaza Indonesia.

Untuk registrasi, kita tinggal mengisi formulir yang bisa diunduh di http://www.id.emb-japan.go.jp/visa_waiver_form.PDF. Tidak perlu foto dan syarat lainnya. Lalu kita bawa formulir itu ke Kedubes Jepang, dengan E-paspor kita pastinya. 

Saat masuk, kita harus meninggalkan KTP kita di loket security dan menggunakan penanda tamu yang disediakan. Kemudian barang bawaan kita di-scan dan kita harus melewati gerbang detektor.

Ruang pelayanan visa ada di lantai 1. Ada 2 mesin pencetak nomor antrian. Mesin nomor 1 adalah untuk layanan visa. Sedangkan mesin nomor 2 untuk layanan paspor dan sertifikat (sepertinya untuk WN Jepang).

Setelah mendapat nomor antre dari mesin nomor 1, kita tunggu giliran nomor antrean kita ditampilkan di atas loket layanan. Setelah itu kita serahkan formulir registrasi dan E-paspor kita. Ada satu tanda terima yang perlu kita isi untuk bukti pengambilan.

Paspor kita bisa diambil di siang hari berikutnya. Alur pengambilannya sama seperti alur penyerahan formulir, tapi kita cukup membawa bukti pengambilan saja.

Pada saat saya menyerahkan formulir, cepat sekali waktu yang dibutuhkan, cuma 30 menit! Mungkin karena masih relatif pagi. Tapi ketika saya mengambil paspor di hari berikutnya, saya menghabiskan waktu 2 jam dan 45 menit sampai giliran saya tiba.

Memang sih saya belum punya tiket ke Jepang. Tapi dengan ini, sewaktu-waktu kalau dapat tiket, saya tidak perlu repot-repot mengurus visa lagi. Nihon e ikimashou!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: