Yaman Stop Pemberian Visa di Bandara

Jumat, 22 Januari 2010 | 05:22 WIB
       
SANAA, KOMPAS.com – Pemerintah Yaman mulai kemarin menghentikan pemberian visa bagi warga asing saat kedatangan di bandara. Kebijakan ini diambil untuk mencegah masuknya kelompok militan dari negara lain seiring terjadinya peningkatan serangan yang dilakukan jaringan Al Qaeda.

“Yaman telah menghentikan pemberian visa di bandara untuk menutup terjadinya infiltrasi teroris,” ungkap kantor berita resmi Saba.

Seorang pejabat militer mengatakan, terkait keputusan ini, pemberian visa bagi orang asing hanya bisa dilakukan melalui kedutaan-kedutaan Yaman. Ini pun setelah pihak otoritas berkonsultasi dengan aparat keamanan untuk memverifikasi identitas para pendatang.

Enam bandara Yaman menangani penerbangan internasional, dan sampai sekarang wisatawan dari beberapa negara harus mendapatkan visa dulu sebelum terbang.

Pejabat tinggi AS, Jenderal David Petraeus mengatakan fakta kelompok Al Qaeda di Semenajung Arab (AQAP) telah muncul di Yaman bukanlah sesuatu yang sangat mengejutkan sama sekali. “Sangat banyak yang bisa dilihat di Yaman seperti ketika dua tahun lalu saya menjadi seorang komandan di Irak. Banyak pemain asing yang ingin bermain di Yaman,” katanya kepada kelompok pemikir Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington.

Awal pekan ini, Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS merilis sebuah laporan peringatan bahwa AQAP telah melatih tiga lusin orang Amerika yang masuk Islam di penjara. Orang-orang ini pergi ke Yaman setelah dibebaskan untuk berpura-pura untuk belajar bahasa Arab, tapi dimungkinkan justru mengikuti pelatihan Al Qaeda.

Dalam peraturan sebelumnya, mereka akan diizinkan masuk negara tanpa diperiksa terlebih dahulu. Kondisi ini akan menimbulkan potensi ancaman karena mereka juga membawa paspor Amerika. Otoritas Sanaa yang kini menghadapi tekanan internasional untuk membasmi AQAP, harus berjuang keras menanlukkan mereka.


Editor : tof
Sumber : Kompas

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: